Yang tidak kalah penting di ayat 3, Yohanes melihat suatu tanda lain di langit. Tanda seekor naga merah padam yang besar, ini adalah lambang rasi bintang "Draco" yang berada di belahan langit utara. "Draco" dalam bahasa latin artinya Naga. Sedangkan yang dimaksud merah padam dalam text aslinya "phyrros" artinya merah api ( oranye kemerahan ), karena bintang utama dari rasi ini "Gamma Draconis" merupakan bintang raksasa berwarna merah api atau oranye.
"Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit ; dan lihatlah seekor naga merah padam yang besar,berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota. Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang dilangit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkanNya".
Wahyu 12:3-4
Rasi bintang "Draco" memang mempunyai kepala yang terdiri dari 4 bintang dengan 1 bintang tunggal dan 3 pasang bintang kembar ( "binary star" ), sehingga total menjadi 7 bintang di kepala sang Naga. Sementara sepuluh tanduk yang dimaksud adalah rasi bintang Biduk atau "Arcturus" yang terdiri dari sepuluh bintang yang berada di atas konstelasi "Draco". Rasi bintang Biduk ini dalam astronomi China disebut "Da Jiao" artinya Tanduk Besar. Sedangkan tujuh mahkota adalah rasi bintang "Corona Borealis" yang terdiri dari tujuh bintang di atas "Draco". Nama "Corona Borealis" dalam bahasa latin artinya "Mahkota Utara".
Biasanya setiap konstelasi menunjukkan posisi waktu yang berbeda, dalam hal ini artinya waktu telah bergeser dari tanggal 23 September yang ditunjuk formasi rasi Virgo di ayat 1. Namun karena konstelasi Draco di utara dapat dilihat sepanjang tahun dan di Wahyu 12:3 ini tidak disebutkan perubahan posisi Matahari dan Bulan, maka dapat dimengerti perubahan waktu tidak terlalu jauh dari 23 September. Dan Alkitab memberi "Clue" di Wahyu 12:4, bahwa waktu hanya bergeser beberapa hari dari tanggal 23 September.
Dikatakan di Wahyu 12:4 bagian pertama: bahwa ekor Naga itu menyeret bintang-bintang dan melemparkannya ke atas bumi. Obyek yang dimaksud bintang yang terlempar ke bumi kemungkinannya adalah jatuhnya batu-batu asteroid ke bumi atau hujan meteor. Perbedaan kedua istilah itu hanya soal ukurannya. Konstelasi "Draco" terkenal sebagai sumber dari hujan meteor yang disebut "Draconids", namun ini bukan merupakan hujan meteor yang dimaksud ayat 4, sebab "Draconids" berasal dari zona seputar kepala sang naga. yang disebut di ayat 4 adalah adalah hujan meteor lain yang berasal dari ekor Draco dan itu adalah hujan meteor "Camelopardalids October", yang setiap kali kemunculannya selalu pada tanggal 5 Oktober. Artinya waktu telah bergeser dari 23 September ke 5 Oktober.
""Camelopardalids October" adalah hujan meteor yang baru ditemukan pada tahun 2005 oleh para ilmuwan dari SETI Institute (1). Pada 5 Oktober 2005, lembaga sains dan ilmu pengetahuan nirlaba yang didanai oleh lembaga-lembaga resmi pemerintah AS seperti NASA,USGS dan Departemen Energi (2) itu mempublikasikan penemuan semburan hujan meteor baru yang tak terduga. Pihak NASA menyatakan melihat karakternya yang tidak selalu muncul setiap tahun, hujan meteor "Camelopardalids" itu menunjukkan asalnya dari komet yang memiliki periode kunjungan yang panjang seperti Komet Halley. Tetapi hujan meteor "Camelopardalids Oct" tidak datang dari komet Halley atau dari salah satu komet lain yang telah dikenali. (3).
Dalam laporan SETI yang dikutip berbagai situs sains dan astronomi lain, Peter Jenniskens ahli astronomi SETI menyatakan bahwa hujan meteor ini berasal dari kategori komet yang mengancam bumi ( "earth threatening" ) (4). Sayang sekali tautan ke situs SETI yang berkaitan dengan laporan tersebut tidak lagi dapat ditemukan. Namun baru-baru ini pihak SETI kembali menerbitkan laporan tentang semburan "Camelopardalids Oct" yang terjadi pada tangga 5 Oktober 2016 (1). Situs populer astronomi popastro.com menyatakan bahwa "camelopardalids October" telah muncul pada 2005,2006 dan kembali menyembur 2016,semuanya terjadi pada tanggal 5 Oktober dan diprediksi akan kembali pada 5 Oktober 2017 (5).
Hujan meteor "Camelopardalids October" yang berasal dari komet misterius ( belum dikenali )selalu muncul pada tanggal 5 Oktober, berasal dari zona ekor konstelasi Naga Merah Padam ( "Draco" )
Alkitab memang menyatakan ada peristiwa "bintang-bintang akan berjatuhan ke bumi" pada hari kedatangan-Nya ( Mat 24 : 29 ). Apakah kunjungan "Carmelopardalids October" di tahun 2017 akan menimbulkan bencana kosmik yang dimaksud Alkitab ? Para ahli NASA tidak mengumumkan apapun tentang "Camelopardalids October", kecuali mengakui hujan meteor ini berasal dari komet yang belum dikenali atau masih menjadi misteri. Tetapi pertemuan mendadak yang digagas NASA dengan berbagai lembaga penanggulangan bencana AS, beberapa hari setelah kunjungan "Camelopardalids Oct" tahun lalu, menjadi sebuah tanda tanya besar ( baca : "NASA dan FEMA Siaga Serangan Asteroids" )
"dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya".







0 komentar:
Posting Komentar